Bupati Ikfina Borong Dagangan di Pasar Murah Prepekan Maulud

Mojokertopos.com, MOJOKERTO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Bank Jatim Cabang Mojokerto, menggelar Pasar Murah Prepekan Maulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (17/10).

 

Acara digelar di Pasar Rakyat Jetis, dengan dihadiri Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto, Sekdakab Teguh Gunarko, Iwan Abdillah Plt. Kepala Disperindag, dan Nurul Istiqomah Kepala Dispari sekaligus Plt. Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto.

 

Kadisperindag Iwan Abdillah mengawali acara melaporkan beberapa program disperindag yang sudah berjalan beberapa waktu lalu di Pasar Kedungmaling Sooko. Inovasi bertajuk Punokawan Milenial, dilaporkan berjalan baik untuk menuju era transaksi digital non-tunai atau cashless.

 

“Beberapa kegiatan kita mulai di Kedungmaling yakni launching inovasi Punokawan Millenial yang disupport Bank Jatim. Dari situ, sudah ada 334 pedagang pasar yang menerapkan cashless dalam transaksi. Kita harapkan tahun depan bisa semua. Selanjutnya untuk Pasar Murah Prepekan Maulud ini, sebenarnya merupakan agenda rutin. Namun, pagi ini out of the box karena khusus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Jetis punya tradisi menyiapkan asahan, ambengan, atau selamatan ketika maulid. Jadi para warga datang ke sini juga untuk belanja kebutuhan. Karena ‘prepekan’ artinya bersama-sama,” jelas Iwan.

 

Selanjutnya Bupati Ikfina pada arahannya, mendorong agar kegiatan Pasar Murah Prepekan Maulud ini dapat menjadi pengungkit geliat perekonomian masyarakat Jetis. Ikfina secara tegas juga menginstruksikan agar pasar Jetis bisa jadi pilot project geliat ekonomi masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19. Bahkan, menjadi motor penggerak ekonomi wilayah utara sungai.

 

“Pemulihan ekonomi butuh sinergitas dan kolaborasi. Mohon terus berinovasi, cari jalan bagaimana agar pasar ini bisa terus ramai. Bahkan menjadi pusat ekonomi dari empat kecamatan lain di wilayah utara sungai. Pasar ini bisa jadi pilot project,” instruksi bupati.

 

Bupati selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, tidak lupa mengingatkan warga masyarakat pentingnya vaksinasi pencegahan Covid-19. Vaksinasi menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena selain untuk melindungi diri dan orang lain, proses pemberian kekebalan ini juga berpengaruh terhadap roda perekonomian masyarakat. Karena jika cakupan vaksin kurang amksimal, artinya ekonomi pun akan tersendat karena aturan pembatasan.

 

“Perekonomian dan pengendalian Covid-19 tidak bisa dipisah. Satu sisi kita menekan pandemi, tapi kita juga harus putar roda ekonomi supaya jalan terus. Jadi saya mohon, bantu kami Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menyukseskan vaksinasi. Target kita minimal harus 70%, tapi akan jauh lebih baik kalau bisa dipacu hingga mencapai 100%. Vaksin semuanya gratis dari Pemerintah. Masyarakat tinggal datang,” tambah bupati.

 

Acara ditutup dengan pemberian bantuan untuk 45 orang lansia dan 17 anak yatim, dari program peduli lansia Merpati Putih (Meraih Harapan Tak Pernah Mati, Jangan Pernah Putus Cinta Kasih). Serta, vaksinasi gratis dengan hadiah alat-alat rumah tangga untuk 100 orang pendaftar pertama. Bupati juga memborong aneka dagangan pasar murah maulud, denan transaksi cashless.(Tik)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *