Pewarta Kabupaten Mojokerto Mblarah Bareng Diskominfo di Museum Majapahit, Maha Vihara Mojopahit dan Lembah Mbencirang

Mojokertopos.com – Hari kedua Pewarta Kabupaten Mojokerto Mblarah Bareng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto berjalan sukses dan lancar, Selasa (26/7/2022).

 

Kali ini para pewarta diajak mengunjungi wisata yang terletak di Museum Majapahit, Maha Vihara Mojopahit dan Lembah Mbencirang.

 

Pelayan Budha Tidur, Romo Saryono mengucapkan selamat datang untuk teman-teman media semuanya.

 

“Kalau kita bicara tentang Maha Vihara Mojopahit. Tempat ini mulai dibangun Guardian Madinah pada tahun 1987. Kenapa beliau membangun tempat ini di desa bejijong. Yang pertama adalah sebagai tempat ibadah untuk umat beragama Buddha. Yang kedua karena beliau mengambil dari sisi historis sejarah Majapahit. Jadi di Desa Bejijong ini dulu tidak ada satupun umat beragama Buddha,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, jadi tempat ibadah agama Budha ini masih baru tetapi masyarakat di sekitar sini luar biasa toleransinya.

 

“Seiring berjalannya waktu, tempat ini sekarang sudah menjadi rujukan para pengunjung untuk berkunjung ke wisata ke Budha tidur. Memang kalau kita bicara tempat ini, secara isinya adalah tempat ibadah, tetapi tempat ini sangat terbuka. Tempat ini dibuka lebar bagi siapa saja yang mau datang ke Maha Vihara Mojopahit yang waktu itu diresmikan pada tanggal 31 Desember 1989. Patung Budha Tidur yang ada di Maha Vihara Mojopahit yang berada di Mojokerto ini adalah Patung Budha terbesar ke-3 sedunia dengan lebar 6 meter, tinggi 4.5 meter dan panjangnya 22 meter,” ungkapnya.

 

Ditempat terpisah, Kepala Desa Kebon Tunggul, Siandi, S.H., M.M. mengucapkan selamat datang di Lembah Mbencirang yang ada di Desa Kebon Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

 

“Mari kita jalin kerjasama yang baik. Bukan hanya terkait pemberitaan, ada fee 10 persen untuk wartawan yang bisa mengajak pengunjung untuk berwisata di Lembah Mbencirang. Di Lembah Mbencirang tersedia kolam renang, water tubbing, Gazebo, Tempat Kuliner, Tempat Belanja Souvenir dan Terapi Ikan yang suasananya sangat-sangat alami,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto Drs. Ardi Sepdianto, M.Si. Ardi mengatakan bahwa Mblarah Bareng itu konotasinya positif dan benar. Kegiatan yang lebih dikenal pers tour ini mempunyai tujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi sehabis covid-19.

 

“Jadi kegiatan ini adalah upaya pemerintah daerah untuk membantu mempublikasikan wisata di Kabupaten Mojokerto agar semakin banyak lagi wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Mojokerto,” tuturnya. (Tik/Adv)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *