Hujan Deras 3 Jam Berakibat Plengsengan Tebing Pagerwojo Longsor

Mojokertopos.com, Tulungagung – Plengsengan tebing setinggi 12 meter dengan panjang 17 meter di Tulungagung, longsor. Longsor di Tulungagung terjadi setelah ada hujan deras selama 3 jam. Akibatnya dinding rumah salah satu warga jebol dan retak-retak. Longsor juga mengancam rumah warga yang lain.

 

Bencana alam itu menimpa rumah Jait Susanto (35) di Dusun Gading, Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Minggu (14/3/2021) sore. Kejadian itu berlangsung setelah wilayah Desa Samar diguyur hujan deras selama lebih dua jam.

 

“Dampaknya, ruang keluarga dan dapur rumah kami jebol, kemudian di bagian atas juga ada retakan. Untuk sementara kami mengungsi ke rumah orang tua di sebelah ini,” kata Jait Susanto, Senin (15/3/2021).

 

Menurutnya sebelum longsor terjadi, tidak ada tanda-tanda akan terjadi bencana alam tersebut. Kondisi plengsengan milik tetangganya Eko Suyanto tidak ada yang retak parah. Namun tak disangka, intensitas curah hujan yang tinggi memicu struktur tebing dan plengsengan menjadi labil, hingga terjadi longsor.

 

“Ada retakan tapi kecil, kami tidak menyangka akan seperti ini,” ujarnya.

 

Beruntung peristiwa longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh penghuni rumah Jait dalam kondisi selamat.

 

“Saat kejadian itu saya dan istri sedang di kandang sapi, sedangkan di dalam rumah ada anak saya. Tapi Alhamdulillah berhasil menyelamatkan diri,” jelas Jait.

 

Tidak hanya rumah Jait yang terdampak longsor, namun rumah milik Eko Suyanto juga ikut terancam. Sebab tepat berada di bibir tebing yang longsor. Saat ini puluhan warga bersama instansi kebencanaan di Tulungagung bergotong-royong membersihkan material longsor, yang menimpa rumah Jait.

 

Sementara Kepala Dusun Gading, Desa Samar, Didik Yudo Negoro, mengatakan sebelum longsor, wilayahnya terjadi hujan deras selama lebih dari tiga jam.

 

“Selain hujan, ada saluran air yang dari atas (tebing) posisinya kurang tepat,” kata Didik.

 

Kondisi itu memicu penggerusan pada struktur tanah dan plengsengan, sehingga menjadi labil dan ambrol. Dikatakan selain rumah dua rumah warga, longsor tersebut juga mengancam kandang sapi. (Dri)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *