Mojokerto, mojokertopos.com — Upaya memperkuat keterbukaan informasi dan edukasi publik terkait pengelolaan limbah berizin terus didorong oleh Persatuan Wartawan Mojokerto Raya (PWMR). Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan kesepahaman kerja sama dengan PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA), perusahaan pengelola limbah B3 dan non-B3 yang beroperasi di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (3/3/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi insan pers dan pelaku industri untuk menyatukan persepsi tentang pentingnya publikasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, khususnya menyangkut isu lingkungan yang sensitif dan berdampak langsung pada masyarakat.
Ketua Persatuan Wartawan Mojokerto Raya, Jayak Mardiansyah, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diarahkan tidak semata pada kepentingan promosi, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya pengelolaan limbah sesuai regulasi, sehingga peran media menjadi krusial dalam menjembatani informasi tersebut.
“Kami ingin wartawan tidak hanya meliput kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang mencerahkan masyarakat, termasuk bagaimana pengelolaan limbah yang benar dan legal,” ujarnya.
Selain kerja sama publikasi, PWMR juga membuka ruang kolaborasi dalam membantu memperkenalkan layanan pengelolaan limbah PT PRIA kepada jejaring industri dan pelaku usaha. Skema kemitraan yang transparan dinilai penting agar kerja sama berjalan profesional dan saling menguntungkan.
Menanggapi hal itu, Manager Plant PT Putra Restu Ibu Abadi, Mujiono, menegaskan bahwa perusahaan terbuka terhadap sinergi dengan media, selama informasi yang disampaikan sesuai fakta dan regulasi yang berlaku. Ia menyebut, PT PRIA menerapkan sistem komunikasi terpusat agar publikasi berjalan tertib dan tidak simpang siur.
“Terkait kemitraan, kami menerapkan mekanisme bagi hasil yang jelas. Setiap rekomendasi pelanggan yang masuk akan dihitung secara proporsional dan transparan,” jelasnya.
Mujiono juga memaparkan profil perusahaan yang telah beroperasi selama 15 tahun dengan jumlah pelanggan mencapai ribuan dari berbagai sektor industri. Dengan omzet bulanan yang signifikan dan kontribusi pajak bernilai besar, PT PRIA mengklaim telah memenuhi seluruh perizinan pengelolaan limbah, baik dari pemerintah daerah maupun pusat.
Di luar aspek bisnis, perusahaan juga menaruh perhatian pada kesejahteraan karyawan dan lingkungan sekitar. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara rutin disalurkan, disertai berbagai inisiatif internal seperti pembinaan keagamaan dan pemberian penghargaan bagi karyawan berprestasi, yang digagas langsung oleh owner perusahaan, H. Tulus Widodo.
Melalui kerja sama ini, PWMR dan PT PRIA berharap tercipta ekosistem informasi yang sehat, di mana masyarakat memperoleh pemahaman utuh tentang pengelolaan limbah yang aman, legal, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat peran pers sebagai mitra kritis namun konstruktif dalam pembangunan daerah.(Tik)












