Ning Ita Berikan Arahan untuk Calon Penerima Lapak Skywalk Mojopahit

Mojokertopos.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto mengadakan kurasi produk bagi calon penerima lapak Skywalk Mojopahit.

 

Kepala Dinas Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, semua penerima lapak Skywalk Mojopahit hari ini sudah membawa contoh produk.

 

“Jadi nanti akan dilakukan penilaian. Perlu kami sampaikan bahwa dari proposal yang masuk terdapat beberapa proposal pengajuan. Seperti menunya ikan tongkol dan ayam geprek. Tetapi ada juga beberapa menu yang itu merupakan menu khas kota Mojokerto tetapi belum ada yang mengajukan proposal,” terang Ani.

 

Lebih lanjut dikatakannya, hingga saat ini belum ada kesepakatan bagaimana dengan parkir. Pihaknya mohon waktu nanti untuk membicarakan dengan teman-teman.

 

“Tentunya para pedagang ini nggak mungkin parkir sehari sekali, bisa sehari lima kali keluar masuk begitu. Ya nanti kita siasati bagaimana supaya para pedagang ini bisa mempunyai semacam kartu berlangganan parkir.” lanjut Ani.

 

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan, ada 56 pelaku usaha baru dan ada 10 pelaku usaha yang merupakan relokasi dari tempat lain yang hadir pada acara hari ini.

 

“Lokasi yang sangat strategis di area alun-alun ini harus bersih dari pedagang-pedagang. Biar alun-alun bisa jadi tempat bermain, tempat rekreasi gratis dan tempat olahraga masyarakat yang lebih nyaman,” terang Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto.

 

Ning Ita menerangkan, mendirikan pusat-pusat kuliner merupakan upaya dalam rangka mendukung Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata.

 

“Yang wajib menjadi atensi bagi semuanya adalah kebersihan. Jangan sampai banyak orang yang datang ke Kota Mojokerto, berwisata kuliner ke Kota Mojokerto namun tidak terjaga sampahnya. Sampahnya dibuang ke mana-mana,” jelas Ning Ita.

 

Lebih jauh dikatakannya, jika pedagang maupun pembeli tidak membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan, maka akan menjadi catatan buruk orang mau pergi lagi ke Kota Mojokerto.

 

“Dampak utamanya kepada para pedagang, dagangannya akan merosot. Pembelinya tidak mau datang lagi ke Kota Mojokerto. Kita sudah menyediakan tempat yang representative untuk mengumpulkan pedagang-pedagang kuliner,” tegas Ning Ita.

 

Ning Ita menegaskan, ia melihat produk yang akan diperdagangkan di Skywalk Mojopahit ini adalah produk yang rata-rata menggunakan kemasan sekali pakai.

 

“Hal itu otomatis menghasilkan sampah dan menjadi poin penting kebersihan merupakan tanggung jawab bersama bagi pedagang yang berdagang disini,” harap Ning Ita. (Tik/Adv)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *