Bupati Mojokerto Resmikan Petung Park, Wisata Bernuansa Bambu di Desa Belik Trawas

Mojokertopos.com – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berkesempatan menghadiri agenda Sedekah Bumi Dusun Jibru, Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (5/3). Pada kesempatan ini, Bupati Ikfina sekaligus meresmikan wisata Petung Park yang berada di Dusun Jibru.

 

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini pun disambut hangat oleh masyarakat setempat. Arak-arakan gunungan berisi jajanan dan hasil bumi pun turut mengiringi langkah Bupati Ikfina menuju lokasi wisata.

 

Bupati Ikfina menyampaikan, agenda sedekah bumi merupakan kearifan lokal yang berupa memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Sedekah bumi ini adalah kearifan lokal, menunjukkan warga sangat kompak dan gotong royongnya luar biasa. Mudah-mudahan ketika kita bersyukur dengan nikmat yang sudah diberikan, mudah-mudahan dengan ini Allah semakin memberikan kenikmatan yang lebih,” ungkapnya.

 

Selain itu, Bupati Ikfina juga menegaskan agar masyarakat turut melestarikan tumbuhan bambu jenis petung yang merupakan tanaman penyimpan air yang sangat bagus. “Pohon bambu ini harus dijaga kelestariannya, bagaimana bambu petung tetap lestari di sini. Karena wisata ini kan iconnya bambu petung,” tuturnya.

 

Petung Park sendiri merupakan salah satu tempat wisata yang sangat memanjakan wisatawan. Wisatawan disuguhkan dengan panorama persawahan dan suasana pedesaan yang didukung dengan suasana sejuk.

 

Pemilihan nama Petung Park sangatlah cocok mengingat lokasi wisata yang berada di antara lahan yang ditumbuhi bambu di samping area persawahan warga. Bangunannya pun tampak alami karena terbuat dari batang-batang bambu.

 

Bupati Ikfina berharap, Petung Park dapat menjadi salah satu lokasi yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Dusun Jibru, Desa Belik. Dengan adanya Petung Park ini, telah menambah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto dan merupakan wisata yang dikelola oleh desa sebagai salah satu upaya untuk menjadikan desa mandiri. (Tik).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *