Ayni Zuroh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Berharap Pengangguran Berkurang Solusinya UMKM & Pertanian Ditingkatkan

oleh
oleh
Ayni Zuroh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Berharap Pengangguran Berkurang Solusinya UMKM & Pertanian Ditingkatkan
Ayni Zuroh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Berharap Pengangguran Berkurang Solusinya UMKM & Pertanian Ditingkatkan
banner 468x60

Mojokerto – mojokertopos.com : Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh menyoroti angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Mojokerto. Ketua DPRD yang telah menjabat dua periode berturut-turut ini mendorong pemerintah daerah (pemda) melakukan pemberdayaan masyarakat secara optimal untuk membuka peluang lapangan kerja.

 

banner 336x280

Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh mengatakan, apabila berkaca pada konstelasi ekonomi regional Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Mojokerto berkontribusi sebesar 2,15 persen hingga 2,20 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Mojokerto, lanjut dia, dengan letaknya yang strategis di Gerbang Kertosusila, berdampak secara langsung pada stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi. ”Di sisi lain, hasil jejaring aspirasi masyarakat masih menunjukkan spektrum permasalahan krusial,” ungkapnya.

 

Politisi PKB ini, berharap agar TPT di Kabupaten Mojokerto yang masih berada di kisaran 3,49 persen tahun 2025. Meski angka ini di bawah target RPJMD 2025-2029 yang hanya menargetkan 4,15 persen hingga 3,60 persen, kondisi ini tetap harus jadi perhatian pemda.

 

”Kita perlu mengingat, bahwa angka pengangguran terbuka tersebut masih perlu untuk ditekan lagi, karena masih mengindikasikan kesenjangan ekonomi antarwilayah dan antarsektor,” tambahnya.

 

Tak sekadar itu, tingginya TPT juga karena masih rentannya masyarakat terhadap laju inflasi. Termasuk lemahnya daya beli masyarakat. Praktis kondisi itu menunjukkan dan membuktikan terhadap penurunan kemiskinan yang belum efektif di Kabupaten Mojokerto.

 

”Jadi, DPRD memandang bahwa intervensi kebijakan daerah harus terealisir dalam bentuk program-program pemberdayaan ekonomi yang inklusif. Program-program OPD terkait harus dapat terkonsentrasi pada sektor-sektor usaha padat karya. Khususnya UMKM atau sektor pertanian sebagai tumpuan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

 

Aini Zuroh juga mengingatkan sebagaimana dalam rancangan awal (ranwal) RKPD tematik pembangunan Mojokerto tahun 2027, yakni akselerasi nilai tambah. Tematik ini dalam pandangan DPRD tentu harus difokuskan pada kebijakan-kebijakan yang mampu memastikan sumber daya pemerintahan dan kewilayahan di Kabupaten Mojokerto. Agar mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui mekanisme pelayanan publik.

 

Ketua Dewan asal PKB ini juga mengingatkan sebenarnya Pemkab Mojokerto memegang peranan penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkeadilan. ”Prinsip keadilan ini mengacu pada hak bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan perlakuan yang setara dan proporsional. Baik dalam hal ekonomi, hukum, sosial, dan pendidikan,” pungkasnya. (Tik-Adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.