MOJOKERTO – Pembukaan tahun ajaran baru di SMAN 1 Puri, Senin (13/7/2026) terasa berbeda.
Di tengah ratusan siswa baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah ini juga meluncurkan satu karya inovasi: *TAKOLA LABAIK*.
Singkatnya, TAKOLA LABAIK adalah sistem “Tata Kelola Kelas yang Baik”. Tujuannya satu: memperkuat karakter murid sejak hari pertama.
“Kami hadirkan untuk memastikan setiap kelas menjadi rumah kedua yang nyaman, aman, dan mendidik,” kata Kepala SMAN 1 Puri, Sutoyo.
#### *4 Aspek Penilaian: Bersih, Tepat Waktu, Tertib, Komunikatif*
Inovasi ini bukan sekadar slogan. Ada 4 aspek utama yang akan dievaluasi secara rutin di setiap kelas:
1. *Kebersihan* : Kerapian meja kursi, kebersihan ruangan
2. *Kedisiplinan Waktu* : Ketepatan masuk, upacara, dan ibadah sekolah
3. *Administrasi Tertib* : Ada pojok literasi, mading, dan kelengkapan administrasi kelas
4. *Komunikasi* : Kedekatan siswa dengan orang tua dan wali kelas
“Melalui evaluasi pengelolaan kelas yang terencana dan berkelanjutan, kami ingin membangun budaya sekolah yang unggul, disiplin, dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta karakter peserta didik,” jelas Sutoyo.
Menariknya, ada reward. Setiap bulan kelas terbaik versi TAKOLA LABAIK akan diberi penghargaan.
#### *Langsung Diterapkan Saat MPLS*
Berbeda dari sekolah lain, SMAN 1 Puri tidak menunggu. Standar TAKOLA LABAIK langsung diterapkan saat MPLS berlangsung.
Siswa baru sudah dibiasakan menata kursi, menjaga kebersihan, dan melengkapi pojok literasi kelas. Mereka juga diajarkan kedisiplinan sejak upacara pertama.
“Bagi kami, pengelolaan kelas yang baik adalah sarana mewujudkan tujuan pendidikan nasional: membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab,” tegas Sutoyo.
#### *Harap Jadi Budaya dan Referensi Sekolah Lain*
Sutoyo berharap TAKOLA LABAIK tidak berhenti jadi program. Ia ingin ini jadi budaya.
“Kami berharap dengan kerja sama yang baik antara seluruh warga sekolah dan orang tua, TAKOLA LABAIK bisa menjadi budaya. Jadi, sejak MPLS ini, anak-anak sudah paham bahwa di SMAN 1 Puri kita belajar bukan hanya di kelas, namun juga dari lingkungan dan kebiasaan baik yang kita bangun bersama,” tandasnya.
Inovasi ini juga diharapkan bisa menjadi rujukan bagi sekolah lain. Dengan indikator yang komprehensif dan evaluasi sistematis, TAKOLA LABAIK dinilai bisa menjawab tantangan membentuk karakter di era sekarang. (Tik)












