MOJOKERTO, mojokertopos.com — Di halaman Pendapa Graha Maja Tama, Minggu pagi (26/7), alunan musik senam memecah keheningan. Ratusan ibu-ibu anggota Perwosi dari berbagai kecamatan berkumpul. Mereka datang bukan hanya untuk lomba, tapi juga merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Barra, berdiri di podium. Dengan suara lantang ia membuka Lomba Senam Perwosi Kabupaten Mojokerto 2026.
Bagi Gus Barra, olahraga bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia ingin menjadikannya kebiasaan.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif, salah satunya melalui olahraga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mari jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup agar kesehatan, kebugaran, dan produktivitas dapat terus terjaga,” ujarnya.
Di mata Gus Barra, Perwosi adalah mitra penting. Organisasi ini dinilai konsisten menggerakkan perempuan untuk hidup sehat. Lebih dari itu, Perwosi juga menjadi ruang pemberdayaan. Dari dapur, ke lingkungan, hingga pembangunan daerah.
Senada, Ketua Perwosi Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa menekankan visi organisasinya: mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
“Semoga perlombaan ini membawa manfaat dan kebaikan bagi seluruh peserta, sekaligus semakin meningkatkan semangat masyarakat untuk membudayakan hidup sehat melalui olahraga,” katanya.
Semangat itu dibayar lunas oleh panitia. Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto menyebut, total hadiah tahun ini mencapai puluhan juta rupiah. Juara I diganjar Rp5 juta. Bahkan juara harapan III pun masih mendapat Rp1,5 juta.
“Hadiah lomba senam Perwosi tahun ini merupakan yang terbesar. Harapannya dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta,” ucap Ardi.
Acara itu dihadiri jajaran Forkopimda. Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian, Sekda Teguh Gunarko, Ketua GOW, hingga Ketua DWP tampak duduk satu barisan. Tanda bahwa isu kesehatan dan pemberdayaan perempuan mendapat panggung utama di Mojokerto.
Di usia kemerdekaan yang ke-81, pesannya sederhana: bangsa yang merdeka harus dimulai dari tubuh yang sehat. Dan di Mojokerto, gerakan itu dimulai dari ayunan langkah para ibu Perwosi.(Tik)














