HUT ke-733 Mojokerto, DPRD Tegaskan Semangat Persatuan dan Pemerataan Pembangunan

oleh
oleh
HUT ke-733 Mojokerto, DPRD Tegaskan Semangat Persatuan dan Pemerataan Pembangunan
HUT ke-733 Mojokerto, DPRD Tegaskan Semangat Persatuan dan Pemerataan Pembangunan
banner 468x60

Mojokerto, mojokertopos.com — Semangat kebersamaan dan komitmen membangun daerah mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto yang digelar DPRD Kabupaten Mojokerto di Gedung Graha Whicesa, Jumat (8/5/2026). Momentum bersejarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi perjalanan panjang Mojokerto sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah menuju masyarakat yang lebih berdaya, sejahtera, dan merata.

Mengusung tema “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”, rapat paripurna berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur legislatif, eksekutif, Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga para camat se-Kabupaten Mojokerto. Nuansa kebersamaan tampak kuat dalam forum tersebut, mencerminkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi fondasi pembangunan di Bumi Majapahit.

banner 336x280

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuroh didampingi tiga wakil ketua, yakni Khoirul Amin, Hartono, dan H. Winajat. Hadir pula Muhammad Al Barra bersama Dr. Muhammad Rizal Octavian serta seluruh anggota dewan.

Dalam sambutannya, Ayni Zuroh menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah, perjuangan, serta pengorbanan para pendahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan Mojokerto hingga berkembang seperti saat ini.

“Momentum hari jadi ini harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya, menjaga budaya, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Ayni.

Politisi PKB itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga soliditas dan semangat kebersamaan demi kemajuan daerah di tengah berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang.

“Dirgahayu Kabupaten Mojokerto ke-733. Semoga Mojokerto terus melangkah maju melalui semangat perubahan dan kebersamaan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Suasana paripurna semakin bermakna saat Wakil Ketua DPRD Hartono membacakan riwayat singkat Hari Jadi Kabupaten Mojokerto. Ia menjelaskan bahwa penetapan tanggal 9 Mei sebagai hari jadi daerah melalui proses panjang kajian sejarah yang dimulai sejak era Bupati Mahmud Zain.

Kajian tersebut diawali seminar sejarah pada 1991 dan dilanjutkan simposium tingkat Jawa Timur tahun 1992 yang melibatkan akademisi, budayawan, serta tim penulis sejarah Mojokerto. Dari proses ilmiah itu kemudian disepakati tanggal 9 Mei sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto yang resmi diperingati sejak 1993.

“Penetapan hari jadi ini bukan keputusan singkat, tetapi lahir dari proses sejarah yang panjang dan mendalam,” jelas Hartono.

Ia menilai perjalanan panjang Mojokerto hingga memasuki usia ke-733 tidak terlepas dari sinergi harmonis antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra menekankan bahwa peringatan hari jadi harus menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen pelayanan publik bagi masyarakat.

Menurutnya, tema HUT ke-733 tahun ini mengandung pesan kuat agar pembangunan tidak hanya terpusat pada pertumbuhan, tetapi juga mampu menghadirkan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Momentum hari jadi ini wajib kita syukuri dan jadikan sebagai sumber inspirasi serta motivasi untuk terus menghadirkan partisipasi nyata dalam pembangunan daerah,” kata Gus Barra.

Ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Mojokerto yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

Sebagai penutup rangkaian paripurna, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua DPRD Hj. Ayni Zuroh yang kemudian diserahkan kepada Bupati Muhammad Al Barra. Prosesi tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga semangat persatuan untuk membangun Kabupaten Mojokerto ke arah yang lebih baik.(Tik/Adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.