KOTA MOJOKERTO, mojokertopos.com – Pemerintah Kota Mojokerto kembali mencatat prestasi nasional. Kota Mojokerto dinobatkan sebagai Peringkat I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa dan Bali yang digelar Kemendagri.
Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus kepada Wali Kota Ika Puspitasari di Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (28/8). Sebagai apresiasi, Pemkot Mojokerto menerima insentif fiskal Rp2 miliar.
*UHC Tujuh Tahun Berturut-turut*
Wali Kota Ika Puspitasari alias Ning Ita menyebut prestasi ini merupakan hasil kerja konsisten sejak periode pertama hingga periode kedua kepemimpinannya.
“Capaian ini buah dari komitmen yang dibangun secara konsisten. Salah satunya melalui Universal Health Coverage UHC yang sudah kami pertahankan selama tujuh tahun berturut-turut,” ujarnya.
Hingga Agustus 2026, kepesertaan JKN aktif warga Kota Mojokerto mencapai 97,31 persen. Bagi warga yang belum masuk JKN, Pemkot menjamin melalui PBI daerah. Ketika sekitar 1.200 warga terdampak cleansing data PBI-JKN, Pemkot langsung mengalihkan ke PBI daerah.
“Tidak perlu menunggu besok atau lusa, langsung kita cover supaya mereka tetap mendapatkan layanan kesehatan,” tegas Ning Ita.
*Didukung Faskes dan Anggaran di Atas 20 Persen*
Penguatan layanan juga ditopang sarana kesehatan. Kota Mojokerto memiliki 6 rumah sakit, 6 puskesmas, 11 puskesmas pembantu, dan 13 klinik pratama untuk melayani sekitar 142 ribu penduduk di tiga kecamatan.
Rasio tenaga dokter pun jauh lebih baik dari standar nasional. Satu dokter di Kota Mojokerto melayani kurang dari 1.000 warga, sementara standar maksimalnya 2.500 warga per dokter.
Komitmen itu diperkuat alokasi anggaran kesehatan yang konsisten di atas 20 persen per tahun, padahal ketentuan mandatori hanya 10 persen.
“Kesehatan merupakan urusan wajib pelayanan dasar yang benar-benar kami prioritaskan, selain pendidikan. Kalau masyarakatnya sehat, maka pendidikan, ekonomi dan urusan lainnya juga bisa berjalan dengan baik,” kata Ning Ita.
*Inovasi Mojo Indah dan Kerja Kolaboratif*
Di bidang inovasi, Pemkot menjalankan program Mojo Indah sebagai ruang pengembangan gagasan pelayanan publik dari OPD dan masyarakat, termasuk sektor kesehatan. Konsistensi itu membuat Kota Mojokerto meraih predikat kota terinovatif se-Indonesia selama lima tahun berturut-turut dari Kemendagri.
Ning Ita mendedikasikan penghargaan ini untuk semua pihak yang terlibat. Ia mengapresiasi Dinkes, lebih dari 1.000 kader motivator, tenaga kesehatan, swasta, Baznas, badan usaha, akademisi, dan media.
“Capaian hari ini saya persembahkan dan saya dedikasikan untuk semua yang sudah berkontribusi menguatkan layanan kesehatan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kemendagri juga memberi apresiasi kepada daerah lain untuk kategori Implementasi 3 Juta Rumah, Akses Penduduk ke Layanan Kesehatan, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. (Tik)













