Pastikan Kebutuhan Pokok Aman, Gubernur Jatim Sidak Harga Sembako di Pasar Mojokerto

Mojokertopos.com – Untuk memastikan suplai harga kebutuhan pokok aman dan terkendali, khususnya di bulan Ramadhan ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melakukan sidak pasar ke pasar rakyat Kedungmaling, Sooko dan Pasar Raya Mojosari.

 

Dalam pengecekan harga pokok di 2 pasar rakyat tersebut, Gubernur Khofifah dan Bupati Mojokerto memantau langsung pedagang pasar yang menjual beras, minyak goreng, daging ayam, cabai, bawang putih, bawang merah.

 

Pada pelaksanaannya, Gubernur Khofifah dan Bupati Ikfina menyapa seluruh pedagang dan berkomunikasi langsung dengan pedagang untuk memastikan harga bahan pokok yang dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, Gubernur Khofifah juga membeli berbagai bahan pokok sembako untuk dibagikan masyarakat. Sembako itu diserahkan mantan Kementerian sosial ini kepada masyarakat sekitar dan pengayuh becak yang berada di pasar rakyat Kedungmaling dan pasar raya Mojosari.

 

“Pertama saya ingin memastikan ketersediaan barang cukup sembako ini. Kedua suplai bagus sampai titik distribusi. Untuk harga beras ada kenaikan Rp 100 sampai Rp 150 per kilogram, untuk cabai rawit, cabai merah, bawang sudah di bawah HET,” terang Gubernur Khofifah, Sabtu, (1/4) pagi.

 

Khofifah menambahkan, untuk minyak goreng, gula sudah murah dan juga berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).

 

“Ketika harga pupuk ada kenaikan, maka HET beras memang harus dilakukan penyesuaian. Jika ada kenaikan Rp 100 sampai Rp 150 per kilo kita harus ke badan pangan nasional saat itu oleh Presiden untuk menghitung kembali,” ujarnya.

 

Menurut Khofifah, saat ini pemerintah menunggu HET baru yang masih dikonsolidasi antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional dan Kementerian Dalam Negeri.

 

“Apakah HET dan HPP pada harga gabah panen (HGP) itu akan ada penyesuaian sesuai dengan operasional cost mereka, terutama pengadaan pupuk. Kita sambil menunggu HET kemungkinan akan dikonsolidasikan antara Kementan, Badan Pangan Nasional dan Kemendagri,” pungkasnya.

 

Turut hadir, Sekretaris daerah kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah, Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rahmat Suharyono, Forkopimca setempat. (Tik).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *