Mojokertopos.com, Mojokerto – Suasana Dusun Bolorejo, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto mendadak ramai. Ratusan warga tumpah ruah sejak pagi. Bukan pasar, bukan hajatan. Hari ini, Sabtu 18 Juli 2026, mereka berkumpul untuk satu hal: menyaksikan peresmian jembatan yang selama ini hanya jadi angan.
Di atas panggung sederhana, Kepala Desa Mojojajar Sa’roni, S.E. berdiri dengan suara bergetar. Satu persatu ia menyebut nama. Dari Sekdakab Mojokerto, anggota dewan, Camat Kemlagi, Kapolsek, Ketua BPD, LPM, RT RW, Fatayat Muslimat, sampai adik-adik SDN Mojojajar dan teman-teman media.
“Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Atas nikmat-Nya pagi hari ini kita bisa hadir dalam rangka peresmian jembatan di Dusun Bolorejo ini,” buka Sa’roni.
Bagi warga, momen ini bukan sekadar gunting pita. “Mungkin 5 tahun 10 tahun belum tentu kita bisa bertemu dengan pemimpin Kabupaten seperti ini,” ujarnya di hadapan hadirin.
“Telepon Tengah Malam Dijawab, Pak Heri”
Dalam pidatonya, nama Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Heri, disebut berulang kali. Nada haru jelas terdengar.
“Ini adalah bentuk syukur kita. Saya ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak yang telah memberikan bantuan kepada desa Mojojajar. Dari Pak Heri ini merupakan suatu pertemuan tanpa bantuan beliau, insya Allah tidak akan terealisasi,” kata Sa’roni.
Ia bahkan membongkar kebiasaannya. “Mohon maaf Pak Heri, belum pernah saya telepon. Itu nggak pernah. Walaupun mungkin saat ini ndak diangkat karena beliau sangat repot sekali. Tapi selama beliau ada waktu, beliau jawab.”
Bagi Sa’roni, bantuan Pak Heri tidak berhenti di jembatan. “Bukan hanya jembatan. Ada kesulitan mengenai pelayanan di Rumah Sakit, hal sekecil pun minta tolong. Ini bukan promosi, ini memang kenyataan yang saya alami.”
3,2 Miliar Bukan Angka Kecil
Giliran Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Drs. Teguh Gunarko, M.Si yang mewakili Bupati naik ke mimbar. Ia datang membawa salam dari Bupati yang sedang bertugas di Banyuwangi.
“Saya mewakili Bapak Bupati. Beliau menyampaikan salam hormat kepada seluruh masyarakat, kepala desa dan perangkatnya, Forkopimda, dan Pak Heri mitra kerja pemerintah daerah,” ucap Teguh.
Lalu ia menjelaskan asal muasal jembatan senilai fantastis itu. “Jujur saya sampaikan, peresmian jembatan ini merupakan upaya Bapak Bupati dalam rangka menyambung konektivitas. Agar lalu lintas perekonomian, anak-anak sekolah, hasil pertanian di Desa bisa berjalan lancar.”
Dan angkanya membuat satu lapangan terdiam. “Alhamdulillah, anggaran yang nilainya 3 miliar 200 juta. Itu bukan anggaran yang sedikit Bapak Ibu. Tidak semua wilayah di Kabupaten Mojokerto bisa mendapatkan anggaran sebesar 3,2 miliar.”
Mojosari Calon Ibu Kota Baru dan Sekolah Rakyat 100 Miliar
Pidato Sekda tidak berhenti di jembatan. Ia melempar 2 kabar besar yang membuat warga bersorak.
Pertama, rencana pemindahan Ibu Kota Kabupaten. “Insya Allah nanti ibu kota Kabupaten dipindah di Mojosari, di sebelahnya Stadion. Surat persetujuan DPRD sudah, dari Gubernur sudah. Tinggal menunggu dari Kementerian Dalam Negeri. Awal 2027 ada peletakan batu pertama.”
Kedua, soal pendidikan. “Bapak Bupati juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat di Dawarblandong. Lokasi 7 hektar. Yang bangun dari pemerintah pusat, Presiden Prabowo. Nilainya hampir 100 miliar. Untuk anak-anak yang tidak mampu. Mulai SD SMP SMA, semua dibiayai negara.”
Acara ditutup dengan doa dan gunting pita. Di bawah jembatan baru sepanjang puluhan meter itu, anak-anak SDN Mojojajar berlarian. Jalan yang dulu terputus, kini menyambung. Harapan warga Mojojajar, juga ikut tersambung. (Tik/Adv)














