Mojokertopos.com, Mojokerto – Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, stabilitas dan kepercayaan menjadi alasan utama sebagian besar nasabah tetap memilih BRI sebagai tempat menyimpan dana dan mengajukan kredit.
Sebagai bank BUMN dengan usia lebih dari 130 tahun, BRI dianggap mampu melewati berbagai gejolak ekonomi nasional, mulai dari krisis moneter 1998, krisis global 2008, hingga pandemi Covid-19. Ketahanan ini membuat nasabah merasa lebih tenang menitipkan uangnya di bank pelat merah tersebut.
“BRI sudah ada sejak zaman nenek saya. Kalau untuk simpan dana usaha dan tabungan keluarga, saya lebih tenang di sini. Track record-nya jelas,” ujar Wiwit Suhardi, nasabah BRI Unit Mojosari Mojokerto, Rabu (13/5/2026).
Kepercayaan itu juga didukung oleh status BRI sebagai bank milik negara dengan pangsa pasar kredit UMKM terbesar di Indonesia. Peran BRI dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) membuat bank ini dekat dengan masyarakat kecil hingga pelaku usaha di daerah.
Selain stabilitas finansial, nasabah juga menyoroti konsistensi layanan BRI yang tetap berjalan meski terjadi perubahan teknologi dan kebijakan. Transisi dari layanan konvensional ke digital melalui aplikasi BRImo disebut berjalan mulus tanpa mengganggu nasabah lama.
“BRI nggak pernah hilang dari desa. Sekarang malah tambah dekat karena ada BRImo dan agen BRIlink. Itu yang bikin kami tetap setia,” kata Wiwit Suhardi.
Di sisi korporasi, kepercayaan juga datang dari keterbukaan laporan keuangan dan kepatuhan terhadap regulasi OJK. Hal ini membuat BRI tetap menjadi pilihan utama bagi lembaga, BUMD, hingga perusahaan swasta untuk pengelolaan kas dan payroll karyawan.
Dengan kombinasi jaringan luas, pengalaman panjang, dan dukungan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas, BRI dinilai berhasil menjaga reputasi sebagai bank yang stabil dan terpercaya.
Bagi banyak nasabah, faktor itu lebih berharga dari pada sekedar bunga tinggi atau promo sesaat. “Kalau uang kita aman, usaha jalan, itu sudah lebih dari cukup,” terang Wiwit Suhardi. (Tik/Adv)












