Mojokertopos.com, Mojokerto – Dentuman palu memecah keheningan. Butiran debu semen beterbangan di udara. Di bawah sengatan matahari Kamis pagi, 16 Juli 2026, suasana SMP Negeri 2 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, terlihat berbeda dari biasanya.
Bagian atap yang sebelumnya sudah lapuk kini dibongkar. Rangka baja baru mulai dipasang. Halaman sekolah dipenuhi tumpukan bata dan material lain. Pemandangan itu menjadi pertanda dimulainya proyek perbaikan yang sudah lama dinantikan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pendidikan akhirnya merealisasikan rencana rehabilitasi ruang belajar di SMPN 2 Mojoanyar.
Ini bukan sekadar kegiatan pengecatan atau penggantian genteng. Lebih dari itu, ini adalah langkah konkret untuk memastikan ratusan pelajar bisa menimba ilmu dalam kondisi yang aman dan nyaman.
“Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus mendongkrak mutu pendidikan dasar dan menengah. Salah satu bentuknya lewat pembenahan sarana sekolah,” ujar pihak Dispendik Kabupaten Mojokerto.
*Nilai Proyek Rp221,5 Juta, Ditarget Rampung Oktober*
Merujuk pada papan informasi di lokasi, total anggaran yang digunakan untuk renovasi ini sebesar Rp221.588.000. Pengerjaan ditangani oleh CV Alvi Jaya dengan durasi 90 hari kalender.
Jika tidak ada kendala di lapangan, maka pada Oktober 2026 siswa SMPN 2 Mojoanyar sudah dapat menggunakan ruang kelas yang baru dibenahi.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pekerja masih sibuk. Ada yang memasang kanal baja di bagian atas, ada pula yang menata bata merah.
Mulyadi selaku pengawas lapangan memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai dengan pagu anggaran yang sudah dirancang.
“Pelaksanaan rehab mengacu pada RAB yang ada,” katanya singkat di tengah kesibukan.
Secara fisik, gedung yang sedang direnovasi memang masih terlihat belum rapi. Dinding belum diplester, kerangka atap belum tertutup, dan material berserakan. Namun semua itu bersifat sementara. Dalam beberapa bulan ke depan, tempat ini dijanjikan akan menjadi ruang belajar yang layak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, S.H., M.M. turut menyampaikan harapan untuk SMPN 2 Mojoanyar.
“Dengan hadirnya ruang kelas baru ini, kami berharap semangat belajar siswa SMPN 2 Mojoanyar semakin tumbuh. Kami ingin anak-anak datang ke sekolah tidak hanya untuk belajar, tetapi juga merasa betah seperti di rumah. Mari kita jadikan sekolah ini rumah kedua. Tempat menuntut ilmu, membentuk karakter, dan melahirkan capaian terbaik yang bisa membawa nama baik Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.
*Renovasi Sebagai Bentuk Kehadiran Negara*
Bagi masyarakat Mojoanyar, proyek ini memiliki arti lebih dari sekadar perbaikan gedung. Ini menjadi simbol kehadiran pemerintah di wilayah pinggiran.
Selama ini tidak sedikit sekolah negeri yang harus bertahan dengan bangunan tua, atap yang rembes saat hujan, dan sirkulasi udara kurang baik. Kondisi seperti itu jelas mengganggu proses belajar mengajar.
Dengan dimulainya rehab ini, setidaknya satu persoalan bisa teratasi. Pendidik bisa mengajar dengan lebih fokus. Peserta didik bisa belajar tanpa khawatir kepanasan atau kehujanan.
90 hari ke depan akan menjadi masa penantian. Menunggu ruang kelas baru, fasilitas baru, dan semangat baru.
Karena pada dasarnya, membangun sekolah berarti membangun masa depan. Dan masa depan itu dimulai dari tersedianya ruang belajar yang layak. (Tik/Adv)












