Mojokertopos.com, Mojokerto – Aroma cat tembok belum hilang. Lantai baru saja dipel. Jajaran bangku pelajar tersusun rapi. Di Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, kabar yang dinanti warga akhirnya tiba.
Setelah hampir 90 hari direnovasi, ruang belajar di SMP Negeri 2 Kutorejo resmi dinyatakan siap digunakan.
Pintu masuk sekolah dengan tulisan besar SMP NEGERI 2 KUTOREJO terlihat berdiri gagah di bawah langit cerah Kamis, 16 Juli 2026. Di bagian dalam, sejumlah pekerja masih menyelesaikan tugas akhir berupa pembersihan sisa bahan bangunan. Tidak lama lagi, derap langkah dan canda siswa akan kembali terdengar di sepanjang koridor.
Proyek ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperhatikan sektor pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp194.517.000 untuk pembenahan ruang kelas di sekolah tersebut.
Pekerjaan dimulai pada 2 Juni 2026. Sesuai kontrak, pelaksanaannya ditargetkan selesai dalam 90 hari. CV Quba Kontruksindo dipercaya sebagai kontraktor pelaksana dan saat ini telah memasuki tahap akhir.
“Sisa finishing dan bersih-bersih saja. Mudah-mudahan pekan depan sudah 100 persen selesai,” kata Sueb, salah seorang pekerja, ketika ditemui di lokasi.
*Kegembiraan Wali Murid dan Komitmen Pemkab*
Bagi orang tua murid, rampungnya renovasi ini membawa napas lega. Rahmat, salah satu wali murid yang anaknya baru diterima di sekolah ini, mengaku bersyukur.
Ia berharap proyek yang dibiayai APBD itu dikerjakan sesuai waktu, mutu, dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.
“Supaya kegiatan belajar mengajar berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, S.H., M.M. juga menaruh harapan besar pada perbaikan ini. Menurutnya, sarana sekolah yang memadai adalah dasar untuk melahirkan lulusan yang berkompeten.
“Kami mendukung penuh program rehab ini. Mutu pendidikan harus ditunjang dengan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman. Untuk itu kami mengimbau pihak sekolah, tenaga pendidik, dan peserta didik ikut memelihara fasilitas ini,” katanya.
Amsar menambahkan, “Dengan adanya ruang kelas yang baru, kami berharap motivasi belajar siswa SMPN 2 Kutorejo bertambah. Mari jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua. Tempat menuntut ilmu, menempa karakter, dan melahirkan torehan prestasi yang bisa mengangkat nama Kabupaten Mojokerto.”
*Makna di Balik Renovasi*
Perbaikan ini tidak sebatas mengganti atap atau mengecat ulang. Ada pesan yang lebih dalam di dalamnya. Yakni soal martabat dan kesetaraan akses pendidikan.
Selama ini tidak sedikit sekolah negeri di wilayah pinggiran yang masih bergulat dengan keterbatasan. Namun dengan alokasi dana yang konsisten dari Pemkab Mojokerto, perubahan pelan-pelan mulai terlihat.
SMPN 2 Kutorejo sendiri memiliki 33 ruang kelas, 2 perpustakaan, dan sudah terakreditasi A. Dengan tambahan fasilitas yang diperbarui, diharapkan proses pembelajaran bisa semakin optimal.
Sebab sekolah bukan hanya tempat mengejar rapor. Lebih dari itu, sekolah adalah ruang untuk membentuk watak, mengejar cita-cita, dan menyiapkan masa depan.
Dan masa depan itu, mulai hari ini, ditandai dengan dibukanya ruang kelas baru di SMPN 2 Kutorejo yang siap menyambut para siswa. (Tik/Adv)












