MOJOKERTO, mojokertopos.com – Peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108 menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan kota yang semakin maju, inklusif, dan berpihak kepada masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Mojokerto yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kota Mojokerto, Jumat (19/6/2026).
Agenda tahunan tersebut tidak hanya menjadi seremoni peringatan bertambahnya usia Kota Mojokerto, tetapi juga menjadi ruang evaluasi atas berbagai capaian pembangunan serta arah kebijakan ke depan. Rapat paripurna dihadiri jajaran DPRD Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto, Forkopimda, instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur strategis yang memiliki peran dalam perjalanan pembangunan Kota Onde-Onde.
Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, menyampaikan bahwa rapat paripurna istimewa kali ini memiliki agenda utama mendengarkan sambutan Wali Kota Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108.
Menurutnya, peringatan hari jadi daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara seluruh pemangku kepentingan. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan mengusung tema “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”, peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto tahun ini menggambarkan semangat pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, S.E., menegaskan bahwa perjalanan 108 tahun Kota Mojokerto merupakan hasil dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, hari jadi bukan sekadar perayaan administratif, namun menjadi momentum untuk melihat kembali capaian yang telah diraih sekaligus menyusun langkah menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Paripurna kali ini menjadi istimewa karena seluruh unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, dan berbagai elemen masyarakat dapat bersama-sama memperingati sekaligus merefleksikan perjalanan pembangunan Kota Mojokerto,” ujar wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Ning Ita menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberhasilan menciptakan masyarakat yang memiliki kualitas sumber daya manusia unggul, produktif, berkarakter, serta mampu menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, keterampilan masyarakat, serta membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai peluang pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga.
“Pembangunan harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, generasi muda, perempuan, lansia, penyandang disabilitas hingga kelompok rentan lainnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Mojokerto. Pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif dengan peningkatan dari 2,79 persen pada 2023 menjadi 5,32 persen pada 2024 dan kembali tumbuh menjadi 5,34 persen pada 2025.
Selain itu, angka kemiskinan Kota Mojokerto juga mengalami penurunan secara bertahap. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan turun dari 5,77 persen pada 2023 menjadi 5,57 persen pada 2024 dan kembali menurun menjadi 5,05 persen pada 2025.
Tidak hanya dari sisi ekonomi dan sosial, berbagai inovasi serta tata kelola pemerintahan Kota Mojokerto juga mendapatkan pengakuan melalui sejumlah penghargaan. Sejak 2019 hingga 2026, Kota Mojokerto tercatat telah meraih 254 penghargaan tingkat regional hingga nasional.
Pada periode awal 2026, Kota Mojokerto kembali memperoleh sejumlah apresiasi, di antaranya penghargaan Kota dengan Kebijakan Toleransi Terbaik, predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, serta penghargaan Top Digital Government Regional 2026.
Menurut Ning Ita, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin responsif, inovatif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108 harus menjadi energi baru untuk memperkuat kerja sama antara DPRD dan Pemerintah Kota Mojokerto.
Ia menyebut, hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan yang dilahirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Momentum Hari Jadi Kota Mojokerto ini harus menjadi semangat bersama untuk meningkatkan partisipasi dan memperkuat sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Mojokerto, serta masyarakat. Setiap kebijakan publik harus benar-benar berpihak pada kesejahteraan warga,” kata Ery.
Ia berharap seluruh program pembangunan yang dirancang pemerintah daerah dapat terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sehingga cita-cita menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota yang maju, berdaya, dan sejahtera dapat terus diwujudkan bersama.(Tik/Adv)













