KOTA MOJOKERTO, mojokertopos.com — Pembangunan sumber daya manusia di Kota Mojokerto menorehkan hasil signifikan. Berdasarkan Indeks Modal Manusia IMM 2025 dari Kementerian PPN/Bappenas, Kota Mojokerto mencatatkan skor 0,717.
Capaian itu menempatkan Kota Mojokerto sebagai kota dengan IMM tertinggi se-Jawa Timur sekaligus masuk 3 besar nasional.
Lebih Tinggi dari Rata-rata Nasional dan Jatim
Angka IMM Kota Mojokerto jauh di atas rata-rata nasional 0,562. Selisihnya mencapai 0,155 poin.
Jika dibandingkan rata-rata Jawa Timur 0,613, Kota Mojokerto unggul 0,104 poin.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menilai hasil ini harus menjadi pemicu untuk memperkuat pembangunan manusia secara menyeluruh.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus memastikan pembangunan manusia berjalan secara menyeluruh. Pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi menjadi investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Ning Ita.
Ditopang Kesehatan, Pendidikan, dan Survival
Data Bappenas menyebut capaian Kota Mojokerto ditopang tiga dimensi utama:
1. Kelangsungan Hidup Survival: 0,988
2. Pendidikan: 0,757
3. Kesehatan: 0,958
Ketiga dimensi itu mengukur kualitas modal manusia sepanjang siklus kehidupan.
Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah usia 4–18 tahun Kota Mojokerto tercatat 14,099 tahun. Angka tersebut 1,279 tahun lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Untuk kesehatan, proporsi balita bebas stunting di Kota Mojokerto mencapai 0,883 atau 0,081 poin di atas capaian nasional.
Ning Ita menegaskan, Pemkot tidak ingin capaian ini berhenti sebagai angka. Kebijakan ke depan akan diarahkan agar masyarakat mendapat akses pendidikan dan kesehatan berkualitas serta lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas hidup.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana mempertahankan capaian ini, tetapi bagaimana terus meningkatkannya. Karena pada akhirnya, investasi pada manusia adalah investasi untuk masa depan Kota Mojokerto,” pungkasnya. (Tik)














