Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bansos PKH, Sertai Pelatihan Kuliner agar Warga Mandiri

oleh
oleh
Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bansos PKH, Sertai Pelatihan Kuliner agar Warga Mandiri
Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bansos PKH, Sertai Pelatihan Kuliner agar Warga Mandiri
banner 468x60

MOJOKERTO, mojokertopos.com — Komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 67 paket bantuan sosial disalurkan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama Ketua Tim Penggerak PKK Shofiya Hanna Albarraa, Senin 13 Juli 2026 di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto.

Bantuan ini merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan atau PKH. Selain peralatan, penerima juga dibekali pengetahuan melalui pelatihan boga dan kuliner.

banner 336x280

“Harapannya adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kemandirian para penerima manfaat sehingga pada waktunya mampu berdaya secara ekonomi serta siap melakukan graduasi dari Program Keluarga Harapan. Graduasi itu peningkatan, jadi, tidak selamanya harapan dari pemerintah niku panjenengan berada pada desil 1 sampai 4,” kata Gus Bupati, sapaan Muhammad Albarraa.

Menurutnya, peningkatan taraf hidup melalui bantuan dan pelatihan menjadi prioritas Pemkab Mojokerto. Ia pun mewanti-wanti penerima manfaat agar bantuan digunakan sesuai tujuan.

“Saya berpesan kepada para peserta, para peserta pelatihan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, serap ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh para narasumber, kemudian kembangkan menjadi usaha yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan juga bagi masyarakat yang ada di sekitar kita,” imbaunya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo melaporkan, penerima manfaat PKH yang mendapat bantuan peralatan kerja berjumlah 19 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Puri, Sooko, Gedeg, dan Trawas.

Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada 10 penyandang disabilitas berupa peralatan tata boga, serta 38 penerima manfaat bantuan kursi roda.

Rinciannya, untuk usaha pentol diberikan 1 unit kompor gas, tabung gas, selang kompor, blender, dandang, dan panci. Untuk usaha gorengan diberikan kompor gas, tabung gas, selang kompor, blender, wajan, dan panci.

Sementara untuk penyandang disabilitas dengan keminatan tata boga diberikan kompor gas, tabung gas, oven, dan wajan. Untuk keminatan kue kering diberikan kompor gas, tabung gas, selang kompor, panci, oven, dan spatula.

Tri Raharjo juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat. Pengaduan dapat disampaikan melalui Simpati Kesos di nomor WhatsApp/telepon 0812 1112 4799.

“Segala bentuk apa pun permasalahan sosial, kami siap untuk melakukan penanganan karena itu adalah amanah yang disampaikan oleh Bupati,” ujarnya.(Tik)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.