Mojokerto, mojokertopos.com – Kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Mojokerto terus menunjukkan tren tinggi. Hal ini tercermin dari tingkat hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) milik Pemerintah Kota Mojokerto yang hampir selalu penuh sepanjang tahun.
Tak hanya berfungsi sebagai solusi hunian sosial, Rusunawa juga turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap tahunnya, aset ini mampu menyumbang sekitar Rp200 juta, sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan hunian sosial tetap bisa berjalan produktif tanpa meninggalkan fungsi utamanya.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR Kota Mojokerto, Indra Suryadiansyah, ST., MM, menjelaskan bahwa saat ini Rusunawa yang tersedia memiliki total 58 unit kamar. Dengan kapasitas maksimal empat orang per kamar, hunian tersebut mampu menampung sekitar 232 jiwa.
“Rusunawa ini hampir selalu penuh dan bahkan terdapat antrean calon penghuni. Ini menunjukkan kebutuhan hunian layak di Kota Mojokerto masih cukup tinggi,” ujarnya saat ditemui media ini dikantornya pada Senin (30/03/2026).
Dari sisi fasilitas, Rusunawa Kota Mojokerto telah dilengkapi berbagai sarana pendukung yang memadai. Setiap unit terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, serta kamar mandi dan toilet (MCK). Selain itu, tersedia listrik dengan daya 1.300 watt, suplai air dari PDAM dan air tanah, serta fasilitas umum seperti jaringan WiFi, area parkir, taman terbuka, dan sistem keamanan 24 jam.
Untuk tarif sewa, Pemkot Mojokerto menetapkan harga yang relatif terjangkau sesuai dengan lantai hunian. Lantai satu disewakan sebesar Rp350 ribu per bulan, lantai dua Rp325 ribu, lantai tiga Rp300 ribu, dan lantai paling atas Rp275 ribu per bulan.
Indra menegaskan bahwa Rusunawa bukanlah instrumen komersial untuk mengejar keuntungan daerah, melainkan sebagai bentuk layanan sosial pemerintah kepada masyarakat.
“Perlu kami sampaikan bahwa Rusunawa ini bukan seperti apartemen yang berorientasi bisnis. Fungsi utamanya adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar mendapatkan hunian yang layak,” tegasnya.
Seiring meningkatnya kebutuhan hunian dan pertumbuhan jumlah penduduk, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas PUPR kini tengah mengajukan pembangunan Rusunawa tahap kedua kepada Kementerian Perumahan Rakyat. Lokasi yang diusulkan berada di lahan kosong di sisi selatan bangunan Rusunawa yang sudah ada.
“Pengajuan sudah kami lakukan sejak tahun lalu sesuai arahan Ibu Wali Kota. Saat ini kami masih menunggu proses survei dari kementerian. Harapannya, ke depan bisa terbangun kembali 58 unit kamar tambahan,” jelas Indra.
Dengan adanya rencana pembangunan tersebut, Pemkot Mojokerto berharap dapat semakin memperluas akses hunian layak bagi masyarakat, sekaligus menjawab kebutuhan yang terus meningkat di kawasan perkotaan.(Tik/Adv)












